Saturday, January 29th, 2022

PRESS RELEASE-Empat Pilar Literasi, Pahami Sekarang Juga-Malinau – Kalimantan Utara-15 November 2021

Moderator :  Aulia Mawardhika

LO : Junior

Runner : Andre & Fitroh

 

 

Narasumber :

Local :

  1. Firli Firlani (Aktivis dan Musisi)
  2. Filmansyah, S.Ikom (Aktivis Pemuda)

Nasional :

  1. Dr. Prilani, M.Si (Dewan Pakar ASKOPIS Asosiasi Komunikasi Penyiaran Islam)

KOL :

Cyntia Ardila (Influencer, Entertainer & CEO Nirwasita Hutama)

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

Welcoming Speech oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika:

 

  • Kementerian Kominfo yang bekerja sama dengan Siberkreasi akan terus berupaya meningkatkan Literasi Digital masyarakat lewat berbagai macam inisiatif kegiatan.
  • Mari kita ciptakan inovasi – inovasi yang baik, kita ciptakan masyarakat yang semakin paham digital di era digitalisasi ini, agar kita bisa melewati pandemi menjadi lebih baik dari masa sebelumnya.
  • Demikian sambutan yang bisa saya sampaikan, selamat mengikuti kegiatan ini, tetap semangat dan salam literasi digital.

Welcoming Speech Oleh Walikota / Pejabat Setempat (Wempi W. Mawa, S.E. – Bupati Malinau)

  • Sesuai Arahan visi Presiden, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi telah menyusun sebuah Peta Jalan Literasi Digital Tahun 2021-2024 untuk meningkatkan partisipasi digital masyarakat, mendorong pengembangan ilmu pengetahuan masyarakat dibidang Teknologi dan Informatika Komputer dan Digital serta mendorong tingkat kecakapan transformasi digital dalam pemanfaatan teknologi baru.
  • Peta Jalan Literasi Digital dirumuskan dalam empat kerangka dalam menyusun Kurikulum Literasi Digital yaitu : Digital Skills, Digital Ethics, Digital Safety dan DIgital Culture.
  • Untuk mencapai Target Masyarakat yang cakap digital diadakan acara secara serentak selama 7 bulan pada tahun ini yang dimulai di bulan Mei dengan dilakukannya Kick Off atau Pembukaan oleh Bapak Presiden serta Menteri Komunikasi dan Informatika demi tercapainya pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat komunikasi atau jaringan dalam menemukan alat komunikasi atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, memanfaatkan secara sehat bijak, cerdas, cermat, tepat dan patuh hukum dalam membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga dapat menanggulangi penggunaan Teknologi Digital oleh seluruh lapisan masyarakat secara tidak baik

Talks 1: Kecakapan Digital : Peran Literasi Digital Untuk Mengubah Mindset Konsumtif Menjadi Lebih Produktif

Dr. Prilani, M.Si (Dewan Pakar ASKOPIS Asosiasi Komunikasi Penyiaran Islam)

  • Kenapa Masy. Jadi Konsumtif ?

Menjamurnya ONLINESHOP

Layanan online mempunyai menu  kebutuhan sehari-hari

Penawaran paket wisata murmer

Banyaknya bank atau lembaga aplikasi yang menawarkan kredit

  • Impact POSITIF (EKONOMI)

Membantu pergerakan ekonomi

Menambah pemasukan pajak

Membuka lapangan pekerjaan

Menciptakan pasar

  • Batasi gaya hidup digital dengan cara batasi penggunaan internet
  • Buat anggaran kebutuhan belanja online, Beli yang dibutuhkan bukan diinginkan
  • Buat Program jangka pendek dan kebutuhan yg akan datang
  • Jika ada voucher diskon, Gunakan secara proporsional

Talks 2: Keamanan Digital : Pentingnya perlindungan hak paten di ranah digital

Firli Firlani (Aktivis dan Musisi)

  • kekayaan intelektual merupakan suatu karya yang lahir dari kemampuan olah pikir atau intelektual manusia, berupa karya-karya di bidang teknologi, ilmu pengetahuan, seni dan sastra. Sehingga menghasilkan suatu produk atau proses yang berguna untuk kepentingan manusia dan memiliki manfaat ekonomi. Jenis-jenis kekayaan intelektual, meliputi hak cipta dan hak kekayaan industri.
  • Hak Paten dilindungi oleh Undang-Undang No. 13 Tahun 2016 tentang Paten (UU Paten), di mana yang dimaksud dengan paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi untuk jangka waktu tertentu melaksanakan sendiri invensi tersebut atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakannya.
  • Untuk paten (Biasa) perlindungan yang diberikan adalah 20 tahun terhitung sejak tanggal diterimanya permohonan paten oleh pemerintah.

    Sedangkan paten sederhana, perlindungan yang diberikan lebih singkat yakni 10 tahun terhitung sejak tanggal diterimanya permohonan paten oleh pemerintah.

    Perlindungan terhadap kedua jenis paten tersebut tidak dapat diperpanjang, sehingga jika habis masa perlindungan invensi (ide) akan dianggap sebagai domain publik.

Key Opinion Leader : Budaya Digital : Penggunaan Bahasa yg Baik dan Benar di Dunia Digital

Cyntia Ardila (Influencer, Entertainer & CEO Nirwasita Hutama)

  • TREN BAHASA INDONESIA SAAT INI
  • KEBANGGAN MEMUDAR

Penyisipan bahasa asing yang ada padanan bahasa indonesianya (campur)

Penggunaan bahasa asing untuk nama (tempat,acara) dan sebagai bahasa pengantar dalam acara di Indonesia

  • KETERAMPILAN MENURUN

Nilai ujian bahasa Indonesia lebih rendah daripada nilai ujian bahasa Inggris

Kesalahan pada karya akhir mahasiswa

Kesalahan pada berita, pengumuman, atau surat resmi.

Keterampilan berbicara wartawan yang buruk saat siaran langsung

Talks 4 : Etika Digital : Berfikir bijak sebelum mengunduh di internet

Filmansyah, S.Ikom (Aktivis Pemuda)

  • Hal yang harus dipertanyakan Sebelum mengunduh :

– FAKTA ATAU HOAKS ?

– BERMANFAAT ATAU TIDAK ?

– BISA DIPERTANGGUNG JAWABKAN?

– MEMBANTU ATAU TIDAK ?

– SOPANKAH PERKATAAN / TULISAN KITA ?

  • harus memahami prinsip dasar dalam berinteraksi secara digital

– INTERNET BUKAN FREE ZONE APALAGI SELF ZONE

– INTERNET TEMPAT SEGALA PERBEDAAN

Informasi lainnya yg disampaikan oleh Moderator:

  • Tata tertib berlangsungnya webinar
  • Cara peserta memenangkan gimmick dan absen+posttest
  • Kesimpulan materi dari setiap narasumber

Penanya :  Helena dafsan –

Bagaimana mindset yang seharusnya ditanamkan sebagai prinsip para konten creator yang saat ini sepertinya mereka lebih mementingkan cuan dan populer ketimbang hasil karya yang memang dapat diakui sebagai prestasi dan bukan konten – konten yang hanya menirukan sebuah tren hanya untuk mendapatkan subscriber yang banyak ?

Jawaban : Dr. Prilani, M.Si – Pahami dulu bahwa content creator itu lahir dari orang – orang kreatif dan berbasis research. Mereka menggunakan alat sekaligus memberdayakan manusia. Untuk merubahnya, berikan pengertian bahwa content creator itu berdasarkan riset, dan kominfo bisa memfasilitasi dengan mengadakan pelatihan untuk menjadi content creator yang beretika

 

Penanya :   arif kurnia –

bagaimana menegur teman teman yang tidak memiliki etika dalam chat di sosial media agar tidak terjadi perselisihan atau keributan

Jawaban : Filmansyah, S.Ikom – Bisa dengan dijapri, tidak dinasehati di muka umum. Selain itu kita juga jangan sampai menjadi pelaku.

 

Penanya :  Helena –

Bagaimana sebagai generasi muda dapat mengedukasi teman sebaya atau untuk semua generasi, agar dapat ditiru mereka untuk menggunakan bahasa yang benar dan seharusnya sehingga sebagai penerus bangsa tidak kehilangan jati diri bangsa kita ? Apalagi jika ada turis yang lebih mahir menggunakan bahasa lokal dari pada penduduk aslinya tentunya itu sangat memalukan walau disisi lain kita juga bangga bahwa bangsa kita dikagumi

Jawaban : Cyntia Ardila – dengan adanya perkembangan medsos yang cepat maka banyak sekali kosa kata baru yang muncul. Untuk mengedukasi bisa kita mulai dengan diri sendiri, yaitu dengan mencontohkan secara langsung. Selain itu bisa dengan melalui membiasakan dengan mengadakan program2 di sekolah seperti hari khusus penggunaan bahasa baku. Dengan itu maka lama kelamaan akan terbiasa 

 

Penanya :  Hariyadi

Misalkan saya adalah musisi yang menciptakan berbagai lagu, dan saya mau mematenkan hak cipta atas lagu lagu saya. Lewat mana atau melalui apa cara untuk mematenkan hak cipta karya tersebut?

Jawaban : Filmansyah, S.Ikom – Hak cipta dan hak paten itu berbeda. Hak paten itu berhubungan dengan industri, sedangkan untuk musik baru berhubungan dengan hak cipta. Utk mendaftarkan bisa secara online melalui djki, dengan registrasi akun, kemudian upload surat dan dokumen-dokumen pendukung dan lain-lain. Kemudian nanti akan ada pemeriksaan formalitas baru nanti akan dapat sertifikatnya. Biayanya sebesar 200.000 per permohonan.

Jumlah participant terbanyak pada sesi ini : 175

Conclusion/Kesimpulan Webinar :

  • Kegiatan Webinar dimulai pada pk 13:00 WIB
  • Kegiatan Webinar selesai pada pukul 15:00 WIB
  • Narasumber, KOL dan Moderator hadir di Webinar Tepat waktu sebelum kegiatan dimulai.
  • Materi Narasumber yang dipaparkan Lengkap pada saat kegiatan
  • Narasumber Dr. Prilani, M.Si. Memberikan pemaparan tepat waktu
  • Narasumber Firli Firlani Memberikan pemaparan pemaparan tepat waktu
  • Narasumber Cyinthia Ardila Memberikan pemaparan tepat waktu
  • Narasumber Filmansyah, S.Ikom Memberikan pemaparan tepat waktu
  • Materi Narasumber semuanya sesuai dengan tema kegiatan

Catatan pembelajaran kegiatan :

  • Kesalahan Teknis :

○        tidak ada

  • Kesalahan Non Teknis :

○     tidak ada

  • Sesi narasumber paling menarik dan alasannya

○     Cynthia ardilla, karena dipaparkan dengan baik

  • Sesi narasumber kurang menarik dan alasannya

○     tidak ada

Leave a Reply

Your email address will not be published.