Saturday, January 29th, 2022

PRESS RELEASE-Lawan dan Hadapi Ancaman Dunia Maya dengan Literasi-Kota Tarakan – Kalimantan Utara-21 SEPTEMBER 2021

Moderator : Rio Brama

LO : Junior

Runner : Andra & Fitroh

Narasumber :

Local :

  1. (Erick Hendrawan & Ketua DPD KNPI Kota Tarakan)
  2. (Zahara Mardewati, S.T. & Guru SMAN 2 Tarakan)

Nasional :

  1. (Dr. Lintang Ratri Rahmiaji, S.Sos., M.Si. & Dosen Komunikasi Undip, JAPELIDI)

KOL :

(Novi Andriati Salim & Miss Indonesia Gorontalo 2017)

 

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

 

Welcoming Speech oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika:

 

  • Kementerian Kominfo yang bekerja sama dengan Siberkreasi akan terus berupaya meningkatkan Literasi Digital masyarakat lewat berbagai macam inisiatif kegiatan.
  • Mari kita ciptakan inovasi – inovasi yang baik, kita ciptakan masyarakat yang semakin paham digital di era digitalisasi ini, agar kita bisa melewati pandemi menjadi lebih baik dari masa sebelumnya.
  • Demikian sambutan yang bisa saya sampaikan, selamat mengikuti kegiatan ini, tetap semangat dan salam literasi digital.

Welcoming Speech Oleh Walikota / Pejabat Setempat (dr. H. Khairul, M.Kes. & Walikota Tarakan)

  • Berdasarkan Survei APJII di tahun 2020, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 196,71 juta jiwa dimana mereka mengakses internet lebih dari 8 jam dalam sehari.
  • Program Literasi Digital bertujuan untuk membuat masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital di tingkat dasar, madya, dan mahir, dan inklusif. Target program ini di tahun 2021 adalah sebesar 12,5 juta masyarakat Indonesia yang terliterasi digital.
  • Untuk meraih target peserta tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dan Pemerintah Daerah Banjar melaksanakan rangkaian Webinar Indonesia Makin Cakap Digital yang dilaksanakan mulai bulan Mei hingga Desember tahun ini.

Talks 1: Etika Digital : Jaga privasi di ruang digital

(Dr. Lintang Ratri Rahmiaji, S.Sos., M.Si. & Dosen Komunikasi Undip, JAPELIDI)

  • Apa itu phising?

– Phising adalah upaya untuk mendapatkan informasi data seseorang dengan teknik pengelabuan. Data yang menjadi sasaran phising adalah data pribadi (nama, usia, alamat), data akun (username dan password), dan data finansial (informasi kartu kredit, rekening).

 

Jenis phising

  1. Email Phishing

– Email phising menggunakan media email untuk menjangkau calon korbannya.

– Jumlah aksi email phising ini cukup banyak. Menurut data, terdapat 3,4 miliar email palsu yang dikirimkan setiap harinya.

 

  1. Spear Phising

– Spear phising adalah jenis dari email phising. Bedanya, alih-alih menggunakan pengiriman email secara masif dengan calon korban yang acak, spear phising menarget calon korban tertentu. Biasanya, teknik ini dilakukan setelah beberapa informasi dasar calon korban dimiliki, seperti nama dan alamat.

 

  1. Whaling

– Whaling adalah langkah phising yang tidak hanya menarget individu secara spesifik, tapi juga individu yang memiliki kewenangan tinggi di suatu organisasi, misalnya pemilik bisnis, direktur perusahaan, manajer personalia, dan lainnya.

– Dengan demikian, jika tindakan whaling ini berhasil, akan banyak keuntungan yang bisa dimanfaatkan dari akses yang didapatkan.

 

  1. Web Phising

– Web phising adalah upaya memanfaatkan website palsu untuk mengelabui calon korban. Website untuk phising akan terlihat mirip dengan website resmi dan menggunakan nama

domain yang mirip. Hal ini disebut domain spoofing.

 

  • Bagaimana Sebuah Aksi Phishing Dijalankan?
  1. memilih calon korban
  2. menentukan tujuan phising
  3. membuat website phising
  4. calon korban mengakses website phising
  5. Calon korban mengikuti instruksi pelaku
  6. Data korban akan dimanfaatkan

 

  • Tips agar tidak menjadi korban phising
  1. Selalu update informasi terkait phising
  2. Selalu cek siapa pengirim email
  3. Jangan asal klik link yg diterima
  4. Pastikan keamanan website yg diakses
  5. Gunakan browser versi terbaru
  6. Waspada ketika dimintai data pribadi
  7. Cek akun online anda secara rutin
  8. Gunakan two factor authentication
  9. Lakukan scan malware secara berkala

 

Talks 2: Budaya Digital : Media Sosial sebagai sarana meningkatkan demokrasi dan toleransi

(Erick Hendrawan & Ketua DPD KNPI Kota Tarakan)

  • literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi
  • wawasan kebangsaan merupakan pemahaman masyarakat mengenai jati diri bangsanya dalam mendayagunakan segala potensi negari untuk mencapai cita-cita dan kepentingan nasional
  • tantangan era digital : moral bangsa; penyebar hoax; regenrasi pemuda bangsa; kemajuan teknologi

 

Talks 3 : Kecakapan Digital: Peran Literasi digital di dunia marketplace

(Zahara Mardewati, S.T. & Guru SMAN 2 Tarakan)

  • Jenis-jenis Transaksi Cashless:

Kartu Kredit

Kartu Debit

E-Money

Berbentuk kartu dengan teknologi Chip based. Tidak memerlukan registrasi dan tidak bisa dipulihkan. Transaksi dan pengisian saldo dilakukan dengan cara tapping pada mesin tapping, ATM atau menggunakan ponsel yang memiliki fitur NFC. Saldo dari e-money biasanya terbatas. Contoh: Mandiri e-money, Bca Flazz, BNI Tapcash, dan BRI Brizzi.

  • E-Wallet

Tidak berbentuk kartu melainkan digital dengan menggunakan teknologi server based. Perlu melakukan pendaftaran akun dan apabila terjadi sesuatu pada akun dapat dipulihkan. Transaksi dan pengisian saldo dilakukan dengan Transfer Online atau QR code. Saldo yang dimiliki terbatas sesuai dengan penilaian dari pihak e-wallet. Contoh: OVO, Gopay, Shopeepay, Dana, dan LinkAja.

  • Cryptocurrency

Adalah bentuk dari uang digital yang menggunakan teknologi blockchain dengan sistem desentralisasi dan merupakan mata uang mandiri. Nilainya sendiri berubah tergantung pasar sehingga bersifat fluktuatif. Termasuk Komoditas tidak berwujud. Contoh: Bitcoin, Ethereum, Litecoin, dan masih banyak lagi.

  • QR Code/QRIS

Adalah standar nasional pembayaran digital berbasis QR Code yang dikembangkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia. Kelebihannya adalah proses yang cepat dan mudah, didukung oleh berbagai aplikasi pembayaran dan aman untuk digunakan.

  • Internet Banking dan Mobile Banking

Virtual Account

Digunakan sebagai Rekening Penerima Pembayaran untuk Transaksi yang sudah ditentukan. VA diterbitkan oleh bank penerbit dan tidak semua bank bisa menerbitkan VA. Biasanya hanya berlaku untuk melakukan satu kali transaksi. Hal ini memudahkan karena dapat dicek otomatis sehingga proses validasi lebih cepat.

 

Key Opinion Leader : Keamanan Digital  : kenali dan pahami rekam jejak di era digital

(Novi Andriati Salim & Miss Indonesia Gorontalo 2017)

  • Pekerjaan yang menyenangkan adalah ketika hobi menjadi cuan. Do what you love, love what you do
  • Jejak Digital adalah Berbagai data yang ditinggalkan ketika seseorang menggunakan layanan digital

Belanja online

Keywords

Like dan Status

Video Upload

Follow

Website

Jejak digital dibagi menjadi dua

Aktif

Jejak yang kita ciptakan secara sengaja

Membuat akun media sosial

Posting foto

Komentar

Mengisi formulir di website

Pasif

Jejak yang kita ciptakan secara tidak sengaja

Browser history

Menggunakan GPS aktif

Menginstal aplikasi yang tidak terpercaya

 

  • Jejak digital merupakan potret diri kita sendiri

Keuntungan jejak digital

Mempersonalisasi layanan dan konten masing-masing pengguna

Personalilasi Iklan

Membantu Perusahaan dalam memilih calon pekerja

Kerugian jejak digital

Kebocoran data

Merusak reputasi, karir, studi

  • Tips menjaga jejak digital tetap positif
  • Kelola jejak digital di sosial media
  • Reputasi online positif
  • Konten tidak merugikan diri sendiri & orang lain
  • Interaksi dunia digital positif
  • Instal & download apps di platform resmi
  • Hapus apps yang sudah tidak digunakan

 

Informasi lainnya yg disampaikan oleh Moderator:

  • Tata tertib berlangsungnya webinar
  • Cara peserta memenangkan gimmick dan absen+posttest
  • Kesimpulan materi dari setiap narasumber

Penanya :

UNTUK LINTANG

Penanya : Yulia Erviana

 

Selamat siang ibu, terimakasih banyak atas ilmunya. Mohon izin bertanya, jika kita cermati dalam pemaparan sebelumnya, penyalahgunaan media digital dapat dilakukan oleh siapapun, termasuk di dalamnya anak-anak. Lalu bagaimana peran orang tua dalam hal ini? kira-kira bagaimana cara yang tepat bagi orang tua untuk membimbing anaknya yang sedang belajar dalam penggunaan teknologi?

Mengingat, di jaman sekarang banyak sekali anak-anak seusia SMP yang sudah memegang media digital sendiri, orang tua yang tidak selalu bisa mendampingi anaknya 24 jam dan bisa jadi orang tua yang lebih tertinggal dalam hal teknologi dibanding anaknya. Terimakasih banyak atas kesempatannya

 

Jawaban : Prinsipnya teknologi adalah alat saja. Artinya bisa menjadi positif atau negatif tergantung bagaimana kita menggunakannya. Sebagai orang tua kitalah yang bisa mengarahkan kepada anak kita. Apakah nanti anak kita bisa menggunakan gadget sebagai sesuatu yang positif atau negatif. Orang tua juga bisa mengalihkan anak kepada aktifitas lainnya selain menggunakan gadget. Misalnya berkebun, bermain dengan hewan peliharaan, dll. Sehingga fokus anak pada gadget bisa teralihkan.

 

Penanya :

UNTUK ERICK

Gaung tapa

089530572754

email : gaungtapa@gmail.com

 

Salah satu dampak dari perkembangan teknologi dan jaringan internet, adalah meningkatkan kebebasan seseorang dalam berekpresi, yang dimana bentuk ekspresi tersebut dapat di jangkau oleh orang banyak, contohnya saja orang-orang yang tak ragu mengupload perasaan pribadi nya, seperti kesedihan atau masalah hidupnya, yang tentunya bisa pula menjadi dampak negatif untuk dirinya sendiri di masa yang akan datang. Bagaimana pendapat narasumber terkait hal ini, dan bagaimana bentuk ekspresi yang baik di media sosial, atau ruang digital

Terima kasih

 

Jawaban : Di era digital ini seseorang bisa mengekspresikan emosinya di media sosial. Jadi kita harus bijak dalam mengekspresikannya. Di media sosial juga merupakan sebuah sarana dalam membentuk personal branding. Maka untuk membentuk personal branding yang baik kita harus memposting sesuatu yang positif dan dapat memberikan influence yang positif juga untuk orang lain.

 

Penanya :

UNTUK NOVI

Penanya : Mawardiyanti

082151449747

mawardiyanti58@gmail.com

 

Pertanyaan : Bagaimana cara agar bermedia sosial tetap aman dan mencegah akun dibobol/hacker, kak?. Dan Jika akun sosial media kita sudah di hack, dan hacker tersebut telah memposting hal-hal yang aneh or berita hoax, apa yang harus dilakukan kak? padahal bukan kita yang memposting hal tersebut.

 

Jawaban : Jika akun kita terkena hack dan hacker tersebut menshare sesuatu hal negatif yang diposting maka kita bisa meminta bantuan ke temen-teman kita untuk memposting dan memberikan klarifikasi ke orang lain bahwa akun kita terkena hack. Kemudian kita bisa membuat klarifikasi kembali setelah kita mendapatkan akun kita kembali. Kemudian untuk preventifnya kita bisa melakukan penggantian posting secara berkala.

 

Penanya :

UNTUK ZAHARA

 

Pertanyaan :

Bagaimana cara membangun branding bagi UMKM untuk dapat bersaing dengan penjual di marketplace? Seperti yang diketahui, sering kali harga di market place cenderung lebih murah dan memiliki wujud barang yang sama

 

Jawaban : Pertama kita pikirkan dulu satu hal apa yang kita ingin munculkan, kemudian apa jenis kelamin yang akan menjadi target market kita. Kita targetkan dulu target market kita. Kemudian jangan kita posting tentang jualan terus. Tapi kita berikan value kepada customer kita. Hal tersebut adalah untuk membentuk branding kita. Apabila branding kita sudah bagus maka orang akan cenderung ringan untuk membeli produk kita karena memiliki value lebih dari produk lain.

Jumlah participant terbanyak pada sesi ini : 327

Conclusion/Kesimpulan Webinar :

 

  • Kegiatan Webinar dimulai pada Pukul 13:05 WIB
  • Peserta join zoom sejumlah: 327
  • Narasumber (Narasumber bapak erick tidak ikut Briefing), KOL dan moderator hadir di webinar tepat waktu sebelum kegiatan dimulai
  • Materi narasumber yang di paparkan lengkap pada saat kegiatan
  • Narasumber Lintang Ratri Rahmiaji, S.Sos., M.Si. memberikan pemaparan tepat waktu
  • Narasumber Erick Hendrawan memberikan pemaparan tepat waktu
  • Narasumber Novi Andriati Salim memberikan pemaparan tepat waktu
  • Narasumber Zahara Mardewati, S.T. memberikan pemaparan tepat waktu
  • Materi narasumber semuanya sesuai dengan tema kegiatan
  • Pemenang Gimmick 10 orang sudah terdaftar
  • Kegiatan Webinar selesai pada Pukul 15:15 WIB.

 

Catatan pembelajaran kegiatan :

  • Kesalahan Teknis :

○        tidak ada

  • Kesalahan Non Teknis :

○        tidak ada

 

  • Sesi narasumber paling menarik dan alasannya

○        Novi Andriati Salim

  • Sesi narasumber kurang menarik dan alasannya

○        Erick Hendrawan, penyampaiannya materi kurang bagus, materi nya kurang menarik. Dan pemaparannya terputus putus.

  • Peserta yg mendapatkan Gimmick :
  1. Gaung tapa , 089530572754 , gaungtapa@gmail.com
  2. Abdul Rahim , 082351130755 , rahimksj04@gmail.com
  3. Silvia Eka Putri W , 082122421214 , silviaeka2203@gmail.com
  4. ayu suryatmi , 081243557802 , Ayusuratmi@yahoo.com
  5. Andi nur hikmah , 08525149612 , andinurhikmah50@gmail.com
  6. Zelda Prastiwi , 081225123888 , zprastuti@yahoo.com
  7. Mawardiyanti , 082151449747 , mawardiyanti58@gmail.com
  8. Adinda , 082254592919 , adindatue@gmail.com
  9. Anastasia Listyani Ng , 082352248899 , anastasialng.kr@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.