Saturday, January 29th, 2022

PRESS RELEASE-Berkenalan Dengan Literasi di Era Digitalisasi-Nunukan Kalimantan-25 Agustus 2021

Moderator : Septi D Ajeng

LO : Junior

Runner : Rezza & Fitroh

Narasumber :

Local :

  1. Laeli Widianti, S.Si

Nasional :

  1. Romy Rafael

KOL :

Indi Arisa

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahaan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

 

Welcoming Speech oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika:

  • Kementerian Kominfo yang bekerja sama dengan Siberkreasi akan terus berupaya meningkatkan Literasi Digital masyarakat lewat berbagai macam inisiatif kegiatan.
  • Mari kita ciptakan inovasi – inovasi yang baik, kita ciptakan masyarakat yang semakin paham digital di era digitalisasi ini, agar kita bisa melewati pandemi menjadi lebih baik dari masa sebelumnya.
  • Demikian sambutan yang bisa saya sampaikan, selamat mengikuti kegiatan ini, tetap semangat dan salam literasi digital.

 

Welcoming Speech Oleh Walikota / Pejabat Setempat ( Hj. Asmin Laura Hafid, S.E., M.M., Ph.D , Bupati Nunukan)

  • Berdasarkan Survei APJII di tahun 2020, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 196,71 juta jiwa dimana mereka mengakses internet lebih dari 8 jam dalam sehari.
  • Program Literasi Digital bertujuan untuk membuat masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital di tingkat dasar, madya, dan mahir, dan inklusif. Target program ini di tahun 2021 adalah sebesar 12,5 juta masyarakat Indonesia yang terliterasi digital.
  • Untuk meraih target peserta tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dan Pemerintah Daerah Nunukan melaksanakan rangkaian Webinar Indonesia Makin Cakap Digital yang dilaksanakan mulai bulan Mei hingga Desember tahun ini.

Talks 2 :

Etika digital : etika berjejaring, jarimu harimaumu

(Laeli Widianti, S.Si , Guru Kimia SMA Negeri 2 NUNUKAN SELATAN)

 

  • Kendala yang biasanya terjadi saat akses internet :
  • Jaringan tidak stabil sehingga koneksi sering terputus
  • jaringan internet tidak selalu ada
  • terkendala biaya paket data
  • listrik padam/hujan jadi sinyal langsung hilang
  • tidak ada kendala sama sekali
  • Literasi digital : kemampuan menggunakan TIK untuk menemukan, mengevolusi, memanfaatkan, membuat, dan mengkomunikasikan konten atau informasi dengan kecakapan kognitif, etika, sosial emosional, dan aspek teknis atau teknologi.

 

Talks 3 :

Budaya Digital : peran komunitas akademik dalam pendidikan di era digital

(Dedy Salman, S.Pd , Guru Matematika SMAN 2 Nunukan Selatan)

  • Jejak Digital atau Digital Footprint, adalah tapak data yang tertinggal setelah berselancar di internet yaitu data yang secara sengaja atau tidak sengaja dibuat dan ditinggalkan oleh pengguna.
  • Jejak digital Aktif, merupakan data yang secara sengaja ditinggalkan oleh pengguna, misalnya unggahan foto di facebook, memberi like di unggahan instagram, atau pun tinggalan komentar. Jejak digital Pasif adalah data yang ditinggalkan tanpa disadari oleh pengguna seperti, rekam jejak rute perjalanan saat kita menggunakan Google Maps, atau alamat IP kita yang terekam pada server sewaktu kita sedang mengunjungi suatu laman informasi.
  • Masih banyak orang meninggalkan komentar kasar atau menyampaikan informasi hoax di ranah online. Masih banyak pula masyarakat yang belum memahami mengenai kerahasiaan data, seperti misalnya data diri KTP dll. Padahal jejak digital yang berisi informasi pribadi sangat rawan disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Panelist 1 :

Kecakapan Digital : Pentingnya Memiliki Digital Skills Di Masa Pandemi Covid-19

(Romy Rafael , Master of Hypnotist)

 

  • Menggunakan internet untuk kebaikan :

– mencari pengetahuan dan sumber ide

– pintar dan bijak menanggapi berita

– tidak menyebarkan keburukan atau informasi tidak benar

– gunakan internet sebagai media promosi bisnis atau personal branding

 

  • Trend pekerjaan masa kini yg ditunjang oleh literasi digital skill :

– digital analyst

– desainer

– content creator

– entrepreneur

 

  • Apapun yg di cita-citakan menjadi baik bermula dari kebaikan-kebaikan kecil yg terus dilakukan berulang atas kebaikan-kebaikan tersebut.

 

Key Opinion Leader

Keamanan Digital : Social Media & Rekam Jejak Digital 

(Indi Arisa , MC, Host, Presenter & Podcaster)

 

  • pantang dilakukan di media sosial : memulai konflik, curhat masalah pribadi, mengejek orang lain dan menyebut namanya, menjelekkan orang lain tanpa menyebut nama, berbagi foto pesta gila-gilaan, bersikap terlalu ekstrem
  • sesuaikan penggunaan media sosial dengan kebutuhan dan minat
  • batasi penggunaan media sosial agar tidak menjadi candu
  • alokasikan waktu luang untuk mendapatkan informasi terkini

Informasi lainnya yg disampaikan oleh moderator / mc :

  • Menyampaikan tata tertib acara
  • mengumumkan cara mendapatkan hadiah gimmick ke peserta
  • membacakan kesimpulan yang dipaparkan oleh para narasumber

 

Penanya :

Nama : Eko Mei

No. HP : 0895630285859

Email : eko.mei789@gmail.com

Pertanyaan :

  • Saya ingin bertanya Master, sekarang sedang marak sugesti melalui telepon. Itu benarkan kita terpengaruh sugestinya? lalu bagaimana cara memblokir sugesti tersebut agar tidak menjadi korban penipuan online ? karena saya sering sekali mendapat telepon berkedok penipuan.

Jawaban :

  • Narsum 1 :
  • Itu adalah modus penipuan. Sedangkan secara keilmuan hipnoterapi tidak bisa digunakan untuk melakukan itu semua.

 

Penanya :

Nama :  Yuan

No. HP : 082122880914

Pertanyaan :

  • Selamat siang, izin bertanya. di era pandemi seperti sekarang, semua kegiatan dilakukan secara digital atau online. Dunia pendidikan pun dilakukan secara online. Bagaimana jika seorang murid atau pelajar melakukan pelecehan seksual atau menjadi korban pelecehan seksual secara online? mungkin ketika kegiatan belajar-mengajar masih dilakukan secara offline, sekolah masih dapat melakukan Tindakan terhadap pelaku pelecehan ini dan sedangkan selama online tidak ada pengawasan secara lebih ketat terhadap anak-anak. Bagaimana kiranya cara yang dapat dilakukan agar lembaga pendidikan dapat tetap memperketat pengawasan kasus pelecehan yang tersebar di dunia maya?

Jawaban :

  • Narsum 2 :
  • Perlu kolaborasi dari berbagai pihak yang berkepentingan, masyarakat, keluarga dan pemerintah sendiri, terhadap korban. Yang perlu kita lakukan sebenarnya adalah :
  1. Tindak pencegahan, dengan cara membuat beberapa program, misal dibuatnya program pendidikan seksual di sekolah, baik itu melalui daring
  2. Keluarga, orang tua khususnya bersama bekerjasama dengan sekolah
  3. Masyarakat juga perlu untuk memberikan pengaruh yang positif.
  4. Apabila itu sudah terjadi pada sendiri, yang harus dilakukan adalah :
  5. Dokumentasikan setiap pelecehan dan ancaman, simpan itu sebagai bukti.
  6. Laporkan kepada guru BK atau guru terdekat kita.
  7. Jangan pernah memposting hal yang sensitif tentang diri kita
  8. Jangan takut menyampaikan kepada orang tua.

 

Penanya :

Nama : Muhammad Rifai

No. HP : 081350465457

Email : muhr72034@gmail.com

Pertanyaan :

  • Diera digital yang serba canggih sekarang ini banyaknya terjadi pencurian data dan bahkan dapat menghack media sosial kita bagaimana cara untuk menghentikan jika sudah terlanjur di hack..Syukron

Jawaban :

  • Narsum 3 (KOL)
  • Yang pertama harus berdoa dulu.
  • Lapor kepada pihak cyber crime

 

Penanya :

Nama : Fajar

No. HP :. 085255299129

Email : Fajar15e@student.unhas.ac.id

Pertanyaan :

  • Bagaimana cara membangun ‘Stock of knowledge’ yg tepat ditengah Obesitas informasi saat ini. Apakah ada saran-saran mengenai pengetahuan dasar apa saja yg harus dimiliki untuk menumbuhkan budaya digital yg baik dan benar.

Jawaban :

  • Narusum 4 :
  • Sebelumnya kita harus mengetahui pengetahuan dasar :
  1. Soft skill, keterampilan yang harus dimiliki oleh guru atau tenaga akademisi, misal dalam penggunaan power point, penggunaan media pembelajaran, penggunaan kelas-kelas virtual.
  2. Hard skill, kita harus menguasai berbagai macam device atau perangkat dalam proses pembelajaran, akan lebih baik seorang guru dapat membuat media pembelajaran yang berbentuk alat peraga sehingga ini dijadikan untuk sarana untuk pembelajaran.

 

Jumlah participant terbanyak pada sesi ini : 149

 

 

Conclusion/Kesimpulan Webinar :

  • Kegiatan Webinar dimulai pada pukul 14:00 WITA
  • Narasumber, KOL dan Moderator hadir di Webinar Tepat waktu sebelum kegiatan dimulai.
  • Materi Narasumber yang dipaparkan sesuai tema pada saat kegiatan
  • Narasumber Romy Rafael Memberikan Perform tepat waktunya.
  • Narasumber Laeli Widianti, S.Si Memberikan pemaparan kurang dari waktunya (18 menit)
  • Narasumber Indi Arisa Memberikan pemaparan kurang dari waktunya (18 menit)
  • Narasumber Dedy Salman, S.Pd Memberikan pemaparan tepat waktunya.
  • Materi Narasumber semuanya sesuai dengan tema kegiatan
  • Kegiatan Webinar selesai pada pukul 16:08 WITA

 

Catatan pembelajaran kegiatan :

  • Kesalahan Teknis :
    • TIDAK ADA

 

  • Kesalahan Non Teknis :
    • TIDAK ADA

 

  • Sesi narasumber paling menarik dan alasannya
    • TIDAK ADA

 

  • Sesi narasumber kurang menarik dan alasannya
    • TIDAK ADA

 

  • Peserta yg mendapatkan Gimmick :
  1. Eko Mei_0895630285859_eko.mei789@gmail.com
  2. Yuan_082122880914(OVO)_
  3. Muhammad Rifai_081350465457_muhr72034@gmail.com
  4. Fajar_085255299129_Fajar15e@student.unhas.ac.id
  5. Fikri Alamsyah_081254896350_fikrialamsyah1001234@gmail.com
  6. Ade aswiratun_0852352403218_adeaswiratun3@gmail.com
  7. Qaid Qushay_089521788481_QaidQushay@gmail.com
  8. Tresna M Muharam_089693630091_tresna.mochamad.m@gmail.com
  9. Muh Ahmad_085705374479_m460040@gmail.com
  10. Imam Abidin_087825636682_Imam.Abidin@bku.ac.id

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.