Friday, December 3rd, 2021

PRESS RELEASE-Bekali Diri Hadapi Era Digitalisasi-Bulungan – Kalimantan Utara-19 AUG 2021

Moderator : Reza Rahman

LO : Junior

Runner : Rezza & Fitroh

Narasumber :

Local :

  1. Anggrino G Verlando, S.I.Kom
  2. Fathu Rizqil Mufid

Nasional :

  1. Grandika Primadani

KOL : Bara Zulfa, S.I.Kom

 

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahaan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

 

Welcoming Speech oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika: SEMUEL ABRIJANI PANGERAPAN B.SC Direktur Jenderal Aplikasi Informatika

  • Kementerian Kominfo yang bekerja sama dengan Siberkreasi akan terus berupaya meningkatkan Literasi Digital masyarakat lewat berbagai macam inisiatif kegiatan.
  • Mari kita ciptakan inovasi – inovasi yang baik, kita ciptakan masyarakat yang semakin paham digital di era digitalisasi ini, agar kita bisa melewati pandemi menjadi lebih baik dari masa sebelumnya.
  • Demikian sambutan yang bisa saya sampaikan, selamat mengikuti kegiatan ini, tetap semangat dan salam literasi digital.

Welcoming Speech Oleh Walikota / Pejabat Setempat (Drs. Zainal Arifin Paliwang, S.H.,M.Hum Gubernur Kaltara)

  • Berdasarkan Survei APJII di tahun 2020, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 196,71 juta jiwa dimana mereka mengakses internet lebih dari 8 jam dalam sehari.
  • Program Literasi Digital bertujuan untuk membuat masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital di tingkat dasar, madya, dan mahir, dan inklusif. Target program ini di tahun 2021 adalah sebesar 12,5 juta masyarakat Indonesia yang ter literasi digital.
  • Untuk meraih target peserta tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dan Pemerintah Daerah Kayong Utara melaksanakan rangkaian Webinar Indonesia Makin Cakap Digital yang dilaksanakan mulai bulan Mei hingga Desember tahun ini.

Talks 1: Keamanan Digital : Pentingnya Pemahaman Membedakan Informasi Hoax

– Grandika Primadani Oil and Gas Professional

Internet juga akan menghubungkan kita dengan dunia secara global. jadi kita tidak akan bersaing terhadap sesama. Karena digitalisasi ini akan menjadi transformasi besar-besaran. Banyak jenis pekerjaan yang akan hilang. Contohnya tukang parkir sekarang sudah mulai digital. Dan akan muncul juga pekerjaan-pekerjaan baru. Jadi temen2 harus mempersiapkan skill-skill baru.

  • Dulu perekonomian kita diselamatkan oleh UMKM, dan sekarang UMKM yang akan diselamatkan oleh digitalisasi. Karena proses transformasi ini, (selama pandemi) yang perlu kita persiapkan untuk menyelamatkan perekonomian kita saat ini.
  • Ada 2 hal dalam berdigital,
  1. Safety
  2. Hygiene

Jadi jika sosial media kita di hack, itu sebetulnya bukan tidak aman, tapi kita tidak “hygiene” dalam berdigital. Membagikan data pribadi dan lain sebagainya. Seperti setelah makan kita tidak cuci tangan.

  • 5 P untuk membangun masyarakat digital;

 

  1. People (masyarakatnya)
  2. Place (co working space, perpus, area umum bagi masyarakat, dsb)
  3. Program (coding, coaching, dsb)
  4. Policy (apakah mendukung digitalisasi ini atau tidak)
  5. Platform (semua bisa berkumpul di suatu wadah untuk dikomunikasikan, seperti ZOOM)

Talks 2: Budaya Digital: mengenalkan budaya indonesia melalui literasi digital

– Anggrino G Verlando, S.I.Kom Chief of Audio Visual narahubung.id

Tanda Tangan merupakan suatu kesepakatan setuju atas apa yang tertuang dan tertulis di atasnya. Seperti halnya di era digital ini saat kita mengklik setuju/allow, atas hal-hal yang tertulis di aplikasi apapun itu di era digital. Seperti mengakses lokasi kita, data kontak maupun perangkat kita. Seperti pada pinjaman online, sehingga tidak heran, pada akhirnya data-data yang ada di HP kita akan tersimpan di data pinjol.

  • Sentuhkan kecil jari kita dapat mengakibatkan hal yang sangat besar. Pastikan kita aman dan tidak sekedar memberikan data pribadi kita, dan untuk dihindarkan agar tidak tersebar ke ruang publik.
  • Kita sangat membutuhkan soft skill juga tidak hanya hardskill, seperti cara berkomunikasi di era digital ini. Karena tidak menutup adanya kolaborasi di era digital.
  • Kita tidak boleh berhenti belajar dan mengembangkan diri terus untuk mengikuti perubahan dan perkembangan teknologi. Dan selalu meningkatkan kesadaran dan keamanan digital kita. Jangan hanya mengikuti tren tanpa memiliki kesadaran, seperti asal mengklik tombol yang tanpa kita sadari ternyata menjerumuskan kita sendiri.

Talks 3: Etika Digital : bebas namun terbatas, berekspresi di media sosial

– Fathu Rizqil Mufid Reporter SKH Koran Kaltara

Terminologi milenial itu ada di era 2000an, ada 7 generasi di kehidupan kita. Lost, Government issue, Baby boom, X, Millennial, Z. Dan pengguna internet saat ini didominasi oleh generasi Millenial. Dan mereka pun seringkali menunjukkan Jiwa Nasionalisme mereka dengan tinggi. Dari membuat konten-konten nasionalisme.

  • Tapi banyak juga yang mengalami degradasi Nasionalisme, seperti penyebar berita hoax, dan terlibat di dunia (maaf) prostitusi online. Jadi berbanding antara memiliki jiwa nasionalisme positif maupun negatif.
  • Adanya paksaan perubahan era menjadi digital, ditambah dengan pandemi yang sedang berlangsung saat ini. Semua menjadi Online Learning sudah tidak offline learning lagi. Sehingga semakin mudahnya menanamkan jiwa Nasionalisme dengan media digital saat ini.
  • Kita harus bijak dalam mengevaluasi perubahan era menjadi digital, berpikir kreatif, kolaborasi, dan juga komunikasi. Agar kita bisa merespon transformasi digital yang begitu cepat

Key Opinion Leader Kecakapan Digital : pentingnya memiliki kemampuan digital skill ditengah pandemi

– Bara Zulfa, S.I.Kom News Presenter TVRI, Founder of Wani Wicara & Creative Balai Tekkomdik DIY

  • Sebenarnya offline maupun online itu tidak jadi masalah bagi kita untuk menumbuh kembangkan Nasionalisme. Yang penting adalah muatannya. Seperti halnya kita bisa mengikuti Upacara Negara dari tempat masing2.
  • Baik buruk kita itu tergantung jemari kita dan ponsel kita. Baik buruk kehidupan itu tergantung diri kita sendiri, terutama di dunia digital. Gaya hidup kita akan bergantung dengan penggunaan ponsel atau komputer kita. Sehingga wajib kita kontrol dan kendalikan, karena akan membawa kebaikan jika kita memahami Literasi Digital.
  • Literasi itu sangat penting agar kita bisa memfilter apapun itu yang masuk ke kita. Agar dapat menjaga dan melindungi kita dari terjerumus ke jalan yang tidak benar.
  • Berhati-hati dan bijaklah dalam bermedia sosial, karena HP dan media digital kita bisa membawa ke surga atau neraka, karena didunia maya banyak orang baik, dan orang jahat. Tingkatkan nasionalisme kita dan jangan gunakan untuk hal tidak berguna, dan tingkatkan tingkat Literasi Digital kita.

Informasi lainnya yg disampaikan oleh moderator / mc :

  • Menyampaikan tata tertib acara
  • mengumumkan cara mendapatkan hadiah gimmick ke peserta
  • membacakan kesimpulan yang dipaparkan oleh para narasumber

Penanya :  Hal-hal seperti apa yang menjadi dasar dalam memposting di sosial media ?  karena di jaman sekarang banyak orang-orang yang membuat kegaduhan untuk menjadi terkenal

 

Jawaban :  informasi yang akurat, tujuannya apa, kita harus cek keakuratannya. dan berusaha melakukan posting hal yang positif agar tidak menjadi bumerang. karena sekarang jejak digital jadi stay forever di internet. jadi mau gak mau kita harus berpikir lebih baik dan bijak dalam memposting sesuatu baik itu komentar atau yang lain.

 

 

Penanya :  Moderator tidak menyebutkan nama penanya

bagaimana cara mengedukasi generasi alpha dengan konten di internet untuk membangun budaya membaca kritis di generasi apha ini  ?

 

 

Jawaban :Cara mengedukasinya dengan masuk ke dunia mereka dulu, misal di tiktok itu apa saja ciri khasnya. Kita coba dan kita edukasi melalui media itu. Misal ada pesan-pesan tertentu ya kita masukkan edukasi di sana. Untuk dapat membuat mereka memfilter diri mereka sendiri dengan cara membuat pesan-pesan untuk mereka dari media misal tiktok atau media lain yang mereka gemari. Mengalihkan mereka ke novel yang bisa di download yang berbentuk elektronik, untuk mencegah mereka melakukan negatif jadi kita beri kesibukan. untuk membangun budaya kritis dengan mengawali informasi yang kita berikan.

 

 

 

 

Penanya :  Apa sebaiknya yang dilakukan apabila kita sudah terlanjur terkena scam atau phising ?

 

Jawaban : akan ada kemungkinan kita akan terkena resiko dari aksi yang dilakukan. mungkin akun akan terkena hacks. Sebisa mungkin hindari tindakan tersebut. apabila pernah terkena atau terlanjur terjadi kita harus segera melakukan tindakan yang paling memungkinkan misal lewat whatsapp bisa segera melakukan tindakan yang bisa meminimalisir hal tersebut. Segera hubungi pihak terkait apabila terhubung bank.

 

 

 

Penanya :  Tips pembelajaran digital yang produktif dan menarik

 

 

Jawaban : Melakukan praktek langsung baik di lapangan maupun dilab. saya biasanya membuat video praktek saya sendiri dan kemudian saya share di LMS untuk Microsoft Teams dan membuat pertanyaan dalam bentuk project dan kemudian di praktekkan dan di analisa data yang ada.

 

 

 

 

Jumlah participant terbanyak pada sesi ini : 89

 

 

Conclusion/Kesimpulan Webinar :

  • Kegiatan Webinar dimulai pada pukul 13:02 WIB
  • Narasumber, KOL dan Moderator hadir di Webinar Tepat waktu sebelum kegiatan dimulai.
  • Materi Narasumber yang dipaparkan sesuai tema pada saat kegiatan
  • Narasumber Grandika Primadani Memberikan pemaparan tepat waktunya
  • Narasumber Anggrino G Verlando, S.I.Kom Memberikan pemaparan tepat pada waktunya
  • Narasumber Fathu Rizqil Mufid Memberikan pemaparan tepat waktunya
  • Narasumber Bara Zulfa, S.I.Kom Memberikan pemaparan tepat waktunya
  • Materi Narasumber semuanya sesuai dengan tema kegiatan
  • Kegiatan Webinar selesai pada pukul 15:15 WIB

 

Catatan pembelajaran kegiatan :

  • Kesalahan Teknis :
    • Tidak ada

 

  • Kesalahan Non Teknis :
    • Peserta ada yang menyalakan mic

 

 

  • Sesi narasumber paling menarik dan alasannya
    • Bara Zulfa, S.I.Kom
    • Memaparkan materi dengan baik serta informatif sehingga mudah dipahami

 

  • Sesi narasumber kurang menarik dan alasannya
    • Tidak ada

 

  • Peserta yg mendapatkan Gimmick :

Siti khotimah, 082213512984, khotimahsiti342@gmail.com

Kurniawan, 081331709567, dhenykurniawan588@gmail.com

Sri Suryandari, 08125914235, rifqimrifqipr@gmail.com

Ariansyah, 082255285541, ariansyah.pesona.kaltara@gmail.com

Muhammad Robiansyah, 081351359996, muhrobi70@gmail.com

Pradhika, 081252825051, dhikagita@gmail.com

Ainur Rahmah, 085604324920, ainurrahmah015@gmail.com

Richen Ringganis, 081347071777, rringganis@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *