Sunday, October 17th, 2021

Press Release Berbangsa Dan Berbudaya Indonesia Di Era Digital 15 September 2021 – Malinau

Moderator : Aulia Mawardhika

LO : Junior

Runner : Reza & Fitroh

Narasumber :

Local :

  1. Masniah, S.Pd

Guru Bahasa Inggris MTSN Malinau

  1. Aswar, S.Pd

Kepala Sekolah SDIT Insan Utama

Nasional :

  1. Romy Rafael

Master of Hypnotist

KOL : Albertus Danang Risk Management Consultant

Pembukaan Oleh Bapak Ir. H. Joko Widodo, President Indonesia

  • Pembukaan Bpk. Presiden Jokowi tentang Literasi Digital.
  • Pandemic membuka peluang transformasi digital secara besar2an (infrastruktur digital, UMKM, pemerintahan digital), juga persiapan masyarakat cakap digital.
  • Pada akhir 2022, 12548 desa dan kelurahan akan terjangkau 4G, 10 tahun lbh maju, dari rencana awal 2032.

 

 

Welcoming Speech oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika: SEMUEL ABRIJANI PANGERAPAN B.SC

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika

 

  • Kementerian Kominfo yang bekerja sama dengan Siberkreasi akan terus berupaya meningkatkan Literasi Digital masyarakat lewat berbagai macam inisiatif kegiatan.
  • Mari kita ciptakan inovasi – inovasi yang baik, kita ciptakan masyarakat yang semakin paham digital di era digitalisasi ini, agar kita bisa melewati pandemi menjadi lebih baik dari masa sebelumnya.
  • Demikian sambutan yang bisa saya sampaikan, selamat mengikuti kegiatan ini, tetap semangat dan salam literasi digital.

Welcoming Speech Oleh Walikota / Pejabat Setempat ( Wempi W. Mawa, S.E.

Bupati Malinau )

  • Berdasarkan Survei APJII di tahun 2020, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 196,71 juta jiwa dimana mereka mengakses internet lebih dari 8 jam dalam sehari.
  • Program Literasi Digital bertujuan untuk membuat masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital di tingkat dasar, madya, dan mahir, dan inklusif. Target program ini di tahun 2021 adalah sebesar 12,5 juta masyarakat Indonesia yang terliterasi digital.
  • Untuk meraih target peserta tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dan Pemerintah Daerah Setempat melaksanakan rangkaian Webinar Indonesia Makin Cakap Digital yang dilaksanakan mulai bulan Mei hingga Desember tahun ini.

Talks 1: Kecakapan Digital : Pentingnya Memiliki Digital Skills Di Masa Pandemi Covid-19

Romy Rafael

Master of Hypnotist

  • Mengajak salah satu narsum untuk bermain eksperimen sugesti untuk menebak hasil akhir
  • Mengajak beberapa peserta untuk bermain eksperimen sugesti untuk menebak hasil akhir
  • memberikan hasil akhir eksperimen sugesti yang telah diikuti peserta dari awal permainan

Talks 2: Budaya Digital : Peran Literasi Digital Untuk Mengubah Mindset Konsumtif Menjadi Lebih Produktif

– Masniah, S.Pd

Guru Bahasa Inggris MTSN Malinau

  • Menggunakan internet untuk kebaikan :

– mencari pengetahuan dan sumber ide

– pintar dan bijak menanggapi berita

– tidak menyebarkan keburukan atau informasi tidak benar

– gunakan internet sebagai media promosi bisnis atau personal branding

  • Trend pekerjaan masa kini yg ditunjang oleh literasi digital skill :

– digital analyst

– desainer

– content creator

– enterpreneur

  • Apapun yg di cita-citakan menjadi baik bermula dari kebaikan-kebaikan kecil yg terus dilakukan berulang atas kebaikan-kebaikan tersebut

 

Talks 3 : Keamanan Digital : Tips Menjaga Keamanan Digital Bagi Anak Anak Di Dunia Maya

– Aswar, S.Pd

Kepala Sekolah SDIT Insan Utama

  • Pekerjaan yang menyenangkan adalah ketika hobi menjadi cuan. Do what you love, love what you do
  • Jejak Digital adalah Berbagai data yang ditinggalkan ketika seseorang menggunakan layanan digital
  • Belanja online
  • Keywords
  • Like dan Status
  • Video Upload
  • Follow
  • Website
  • Jejak digital dibagi menjadi dua
  • Aktif

Jejak yang kita ciptakan secara sengaja

  • Membuat akun media sosial
  • Posting foto
  • Komentar
  • Mengisi formulir di website
  • Pasif

Jejak yang kita ciptakan secara tidak sengaja

  • Browser history
  • Menggunakan GPS aktif
  • Menginstal aplikasi yang tidak terpercaya

 

Key Opinion Leader : Etika Digital: Bebas Namun Terbatas : Berekspresi Di Media Sosial

– Albertus Danang

Risk Management Consultant

  • Social Media sebagai sarana :
  • Sebagai sarana komunikasi
  • Sumber informasi pengetahuan
  • Peluang usaha
  • Membangun relasi dan komunitas
  • MEDSOS ADALAH KUNCI EKSISTENSI
  • Daya Kritis Meningkat: Jika dulu orang takut bicara, kini orang berlomba untuk kritis. Media muncul di mana mana dan berkat media sosial setiap orang bisa menjadi juru bicara segala persoalan masyarakat.
  • Ingin Semakin Terlibat: Jika dulu masyarakat crnderung pasif, kini masyarakat ingin terlibat dalam proses pengambilan keputusan mulai tingkat desa sampai tingkat nasional.

Informasi lainnya yg disampaikan oleh Moderator:

  • Tata tertib berlangsungnya webinar
  • Cara peserta memenangkan gimmick dan absen+posttest
  • Kesimpulan materi dari setiap narasumber

Question And Answer

Penanya :  michelle tijawi, 0895360080517, michelle.ziu@gmail.com

narasumber: bu masniah

pertanyaan: kenapa ya bu, orang2 bisa memiliki perilaku hidup konsumtif bahkan nyaman dengan itu? bahkan beberapa orang rela berutang demi gaya hidup jetset. bagaimana cara mengedukasi orang seperti itu?

 

Jawaban : Tentunya menjadi tantangan kita bersama karena pada kondisi ini anak pada waktu-waktu tertentu mungkin diberikan fasilitas handphone dengan dalih atau untuk keperluan kegiatan pembelajaran. Di situlah pentingnya peran orang tua untuk memberikan kontrol terhadap anaknya bagaimana orang tua bisa mengidentifikasi kegiatan-kegiatan melalui fasilitas smartphone yang telah diberikan. Bagi orang tua yang memiliki kecakapan digital tentu bukan masalah masih bisa melihat history bisa melihat rekam digital yang dilakukan anaknya tapi yang menjadi problem adalah ketika orang tuanya juga ternyata tidak memiliki kecakapan digital. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah yang pertama tentu saja mendampingi langsung pada jam-jam tertentu begitu. Meskipun tidak bisa sepenuhnya dilakukan pendampingan tapi aktivitas anak dalam berkegiatan digital tersebut masih terpantau. Itu salah satu cara bagaimana melakukan pembatasan-pembatasan atau waktu-waktu tertentu. Sarannya agar fasilitas tersebut tidak secara penuh diberikan kepada anak terutama pada jam-jam yang dikhawatirkan bisa disalahgunakan oleh anak.

 

Penanya :  Rizma Elfariana, 082378316176, rizmaelfariana5996@gmail.com

Narasumber : Bapak Aswar

Pertanyaan : Berbicara  mengenai digital safety, kita ketahui terdapat beberapa kasus mngenai pencurian atau pemanfaatan data pribadi seseorang secara illegal oleh pihak tertentu. Hal ini karena adanya rekam jejak digital baik dimedia sosial maupun diplatform lainnya.Yang ingin saya tnyakan adlah bgaimanakah cara efektif untk mnghindari pencurian dan pemanfaatan data pribadi kita yg nantinya mungkin saja dapat digunakan utk hal-hal yg dpt merugikan kita di kemudian hari? Lantas bagaimana kita memilah dan memilih link dan aplikasi yang aman dan terjamin untuk data kita? Terakhir, ada yang mengatakan bahwa wifi publik itu berbahaya. Nah saya sering kali nih menggunakan wifi di rumah teman dan warkop/kedai untuk belajar, kalau ada pembelajaran daring. Apakah wifi tersebut merupakan wifi publik dan apakah benar wifi publik itu berbahaya?

Terima kasih

Jawaban : Jadi yang pertama kita harus syukuri kalau misalnya kita punya kesadaran bahwa ternyata apa yang kita komentar atau apa yang kita buat adalah suatu kebebasan dalam berekspresi di media sosial. Jadi kita bersyukur ketika kita menyadari hal tersebut karena banyak masyarakat ataupun banyak netizen tidak memiliki kesadaran atas kesalahan yang dilakukan di media sosial itu sendiri sehingga efek domino yang panjang sekali yang disampaikan oleh Bang Martin tadi misalnya 2-3 tahun kemudian itu bisa memberikan efek negatif kepada karir kita ataupun kepada nama baik kita lah minimal. Jadi pertama mungkin yang bisa saya jawab caranya adalah saat ini di Indonesia kan jamannya klarifikasi jadi tidak salah karena itu bagian permintaan maaf kita sebagai warga negara yang beretika di media digital. Gunakan klarifikasi itu sebagai permintaan maaf atas kesalahan yang kita buat apakah itu konten atau kita komentar negatif dan sebagainya. Yang kedua mungkin bisa kita lakukan adalah dengan membalasnya dengan konten positif. Kita klarifikasi menggunakan konten positif. Kita gunakan sebagai “penebusan dosa” kita kepada kalayak umum yang sudah menonton konten kita ataupun yang sudah membaca komentar kita di media sosial

Foto Bersama