Ketua OSIS di Tangkap Polisi, ini Dia Penyebabnya,,,?

0
5400
Tersangka JD dan Barang Bukti Kejahatan Yang Berhasil Diamankan Polisi

TANJUNG SELOR – Salah satu siswa yang masih duduk dibangku SMP di Tanjung Palas ini harus berurusan dengan hukum, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bulungan melakukan penangkapan terhadap siswa kelas 3 SMP dirumahnya diwilayah Tanjung Palas, Senin, (24/092018).

Inisial JD 14 tahun adalah ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) ini di amankan polisi lantaran terlibat dalam kasus curanmor beberapa waktu lalu di pelabuhan penyebrangan Tanjung Palas.

Dalam menjalankan aksinya JD tidak sendirian, dibantu oleh RM, keduanya ini melakukan pencurian motor Satria R yang terparkir di pelabuhan penyebrangan Tanjung Palas dengan menggunakan obeng, tang pemotong dan beberapa peralatan lainnya.

Kapolres Bulungan AKBP M.Fachry melalui Kaur Bin Opsnal Sat Reskrim Polres Bulungan Iptu Jariaman Samosir membenarkan terkait adanya penangkapan pelaku curanmor yang usianya masih di bawah umur.

“Dalam kasus ini kita sudah menangkap satu pelaku berinisial JD, barang bukti motor dan alat yang digunakan saat melakukan kejahatan kita temukan di rumah RM yang saat ini masih buron”, ungkapnya.

Masih menurut Samosir, saat dimintai keterangan, tersangka JD mengakui kalau perbuatannya melawan hukum ini sudah di rencanakan jauh hari sebelumnya, sebelum beraksi mereka selalu memantau dan mengincar kendaraan bermotor terlebih dulu. Tidak hanya itu, JD juga mengakui kalau dirinya juga sering mengkonsumsi narkoba sebelum menjalankan aksinya, ” Tersangka ini mengaku kalau dalam menjalankan aksinya baru sekali, namun dilihat dari cara – cara mereka saat melakukan pencurian, mereka sudah terbiasa. Dengan posisi motor yang sudah terkunci stang, mereka menendang setir hingga kunci stang terbuka dan setelah itu memotong kabel yang terhubung dengan kunci dan menyambungkan kembali lalu menyalahkannya terus dibawa kabur, beber Samosir kepada awak media.

Terkait dengan penanganan kasusnya, pihaknya akan mengupayakan proses diversi terlebih dulu dengan pihak korban, yakni saudara Tuan (34) warga Tanjung Palas. “Kami akan tunggu dulu sejauh mana hasil proses diversi yang nanti dilakukan kedua belah pihak, apakah ada kata sepakat atau tidak. Apabila korban tidak sepakat maka kita akan teruskan kasus ini dengan pengecualian yakni melalui proses hukum pidana anak, namun apabila kedua belah pihak bersepakat, maka kasus ini akan kami hentikan, hal ini sudah diatur dalam undang – undang, jelas Samosir.

Hingga saat ini, JD masih dimintai keterangan di Mapolres Bulungan terkait keterlibatannya dalam kasus ini, sementara RM masih dalam pengejaran oleh Sat Reskrim Polres Bulungan. “Lebih baik menyerahkan diri saja kepada kami dan saya juga berharap agar keluarga RM lebih kooperatif dalam kasus ini, sehingga dalam proses hukumnya nanti bisa dijadikan pertimbangan untuk meringankan hukuman”, imbuhnya.(kk)