Capaian Bidang Rehabilitasi Hanya 57 Persen

0
327

Rapat kerja BNNP Provinsi Kaltara dengan BNNK dan BNK se- Kaltara, Rabu (14/3), di Tarakan.

TANJUNG SELOR – Capaian program bidang rehabilitasi pengguna atau pecandu narkotika di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) tahun 2017 lalu terbilang rendah.

Berdasarkan evaluasi yang dilaksanakan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) se- Kaltara Selasa (13/3) sampai Rabu (14/3/2018) di Tarakan persentasenya hanya sekira 57 persen.

Mewakili Kepala BNNP Kaltara, Ery Nursatari, Kabid Rehabilitasi Tulus menilai capaian rendah itu terjadi disebabkan klinik rehabilitasi BNNK yang ada di Kota Tarakan dan Kabupaten Nunukan belum berjalan. “Karena belum ada izin operasionalnya,” kata Tulus.

Khusus klinik BNNK di Nunukan telah ada izin untuk kliniknya. Namun permasalahan ada pada angggaran. “Ada izin klinik tapi belum ada anggarannya tahun lalu,” terang Tulus.

Agar semua dapat berjalan maksimal, klinik-klinik ini harus dipastikan mengantongi izin untuk mendapatkan dukungan anggaran. “Yang pasti harus mengantongi izin klinik dulu. Setelah itu baru bisa mendapatkan dukungan dana untuk layanan rehabilitasi di klinik ini,” cetus dia.

Terkait ini, BNNP Kaltara perlu support (dukungan) dari semua pihak atau stakeholder terkait program rehabilitasi. “Terutama dalam bidang izin klinik di daerah – daerah,” sebut Tulus. (kk//eris)