Upayakan Penerbangan Perintis Mengudara di Januari

0
237

SUBSIDI : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat meresmikan penerbangan ke perbatasan dengan SOA dari Pemprov Kaltara tahun 2017, beberapa waktu lalu.



TANJUNG SELOR – Seperti tahun-tahun sebelumnya, mendekati masa pergantian tahun, biasanya masyarakat di wilayah perbatasan selalu dihadapkan dengan masalah Subsidi Ongkos Angkutan (SOA) penerbangan, yang kerap terkendala dengan proses tender atau pelelangan. Namun dimungkinkan tahun depan tidak lagi terjadi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mengklaim di akhir tahun seperti sekarang sudah melaksanakan proses penyusunan administrasi untuk melangkah ke tahap tender subsisi penerbangan.
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie berharap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltara 2018 bisa segera ditetapkan bersama, untuk dapat mengakselerasi kegiatan-kegiatan yang memang mendesak. Salah satunya, tahapan perencanaan subsidi penerbangan. Pemprov Kaltara, kata Gubernur, tetap mengupayakan subsidi bisa jalan di bulan Januari. Laporan dari Dinas Perhubungan (Dishub) sudah mulai memproses. Juga koordinasi dengan Biro Pembangunan dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), karena anggarannya di keuangan, ungkap Gubernur, Kamis (27/12).

Usulan anggaran yang disodorkan Dishub ke dalam APBD 2018 untuk mengakomodasi program SOA penerbangan perintis ini tidak jauh beda besarannya dengan 2017. Bahkan ada sedikit kenaikan.

“Anggarannya belum definitif. Karena belum ditetapkan. Yang jelas tidak jauh beda dengan anggaran tahun 2017. Ada kenaikan pasti, katanya.

Tahun depan rencananya akan terlayani 13 rute. Satu di antaranya merupakan rute baru yakni Malinau-Long Bawan (Krayan, Nunukan). Rute ini merupakan usulan masyarakat setempat yang diteruskan oleh Camat ke Pemprov Kaltara. Mudah-mudahan rencana 13 rute itu bisa terealisasi, ujar Gubernur.

Sementara itu, subsidi penerbangan perintis ke sejumlah daerah perbatasan di Kaltara pada 2017, disebutkan Gubernur, masih tetap berjalan hingga akhir tahun atau 31 Desember nanti.

Irianto mengungkapkan, masih ada frekuensi penerbangan yang belum diselesaikan. Walau demikian, Gubernur tidak merinci rute mana saja yang masih tersedia sampai akhir tahun ini. Ini lagi padat-padatnya jumlah penumpang dari dan ke perbatasan. Mudah-mudahan frekuensi yang tersisa tetap bisa mengurai kepadatan penumpang itu, katanya.

Tahun ini, ungkap Gubernur, Pemprov Kaltara menggelontorkan subsidi sebesar Rp 8,5 miliar untuk melayani 9 rute penerbangan. Kemudian disokong dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 29 miliar, berhasil ditambah sebanyak 10 rute. Sepenuhnya dana APBN dipakai untuk menekan harga tiket pesawat subsidi agar lebih terjangkau.

Selama periode 2017, Susi Air menyiapkan​ 2 armada pesawat. Pertama, tipe Pilatus dengan kapasitas penumpang sebanyak 7 kursi atau penumpang. Kedua, pesawat jenis Caravan dengan kapasitas 12 kursi penumpang. Rute penerbangan yang dilayani tahun ini antara lain Nunukan-Long Layu, Nunukan-Binuang, Malinau-Long Nawang, Malinau-Long Alango, Malinau-Long Pujungan, Tanjung Selor-Data Dian, Tanjung Selor-Mahak Baru, Malinau-Long Ampung, dan Tanjung Selor-Long Ampung.

Dengan subsidi, harga tiket bisa dibeli calon penumpang mulai dari harga Rp 280 ribuan sampai Rp 435 ribuan.

Di samping dari anggaran murni, dalam APBD Perubahan Tahun 2017, Pemprov Kaltara menambah anggaran subsidi sebanyak Rp 3,7 miliar. Tambahan tersebut cukup untuk membiayai subsidi 4 rute selama November dan Desember.

Berdasarkan informasi dari pihak Susi Air, jika jumlah dan rute penerbangan yang telah disepakati belum terpenuhi hingga akhir tahun ini, dapat dilanjutkan pada Januari 2018. Artinya, Susi Air tak akan mengejar target penerbangan untuk dihabiskan pada akhir 2017. Kemungkinan 3 penerbangan akan dilakukan pada Januari 2018.(kk//hms)