Tim Gabungan Lakukan Sidak Ikan dan Daging Berformalin

0
257

TANJUNG SELOR– Maraknya isu penemuan ikan berformalin yang beredar didikalangan masyarakat dari media sosial, menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah Kalimantan Utara.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan dan Disprindakop Provinsi Kalimantan Utara, pagi tadi lakukan inspeksi mendadak kepada sejumlah pedagang ikan dan daging di pasar induk Tanjung Selor guna pengambilan semple uji laboratorium  untuk memastikan yang diperjual belikan terbebas dari bahan pengawet formalin, Jumat (24/11/2017).

Kegiatan ini dilakukan lantaran marak beredarnya keputusan palsu terkait hasil uji lab yang menyatakan bahwasannya banyak ikan dan daging yang dijual diwilayah Ibukota kaltara yang mengandung Formalin, mirisnya lagi informasi palsu itu berkembang hingga di media masa.

Alhasil, banyak para pedangang yang keberatan hingga mengajukan protes kepada instansi terkait, dan tidak sedikit yang berani bersumpah demi menyakinkan pihaknya tidak menggunakan formalin pada ikan dan daging jualannya.

Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Kesehatan Kerja dan Olah Raga Dinkes Bulungan, Rustam mengatakan dari sidak yang dilakukan secara gabungan ini ada puluhan sample daging dan ikan sudah diambil untuk dilakukan uji lab dan memaspastian adanya formalin atau tidak.

” Kita lakuakan sidak karena isu yang berkembang tentang ikan berformalin beredar di masyarakat, jadi kita bentuk tim secara gabungan untuk melakukan sidak pengambilan sample ikan dan daging yang kita curigai berformalin seperti daging Alana, ayam dan ikan yang sudah mati.” Ujarnya.

Dari puluhan sample yang diambil, lanjut Rustam, dirinya berharap akan mendapatkan hasil yang negatif agar mematahkan kekawatiran masyarakat terhadap isu ikan dan daging berformalin. “kita inginkan hasil yang Memuaskan (negative) semua agar masyarakat sudah tidak ragu lagi dalam membeli pangan di pasar induk.” ucapnya. (rs//kk)