Elipiji 3 Kg Masih Langka

0
187

TANJUNG SELOR – Warga Tanjung Selor kembali keluhkan langkanya “simelon” . Gas ukuran 3 kilogram, di sejumlah di wilayah Bulungan ini mengalami kelangkaan. Sudah hampir sepekan Elpiji juga sempat sulit didapatkan baik dipangkalan maupun dipengecer.

Jika ada, maka harga yang ditawarkan melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah sebesar Rp 20-25 ribu per tabung 3 kg, berada di kisaran Rp 35-40 ribu per tabung, bahkan lebih.

Pantauan media kaltarakita.com, Sabtu (11/11/2017) keluhan warga terkait langkanya gas elpiji dengan julukan “melon dapur” ini memang sudah menjadi rutinitas yang harus dirasakan, pasalnya, persediaan di beberapa pengecer dan pangkalan tidak dapat bertahan lama, hanya butuh sekira 2 hari untuk menghabiskan 1000 tabung, alhasil kelangkaan harus dirasakan hingga satu minggu bahkan lebih.

Wandi, salah seorang warga di Kecamatan Selor Timur menyebutkan bahwa sejak beberapa pekan terakhir ini dirinya bersama warga lain mengaku kesulitan mendapatkan gas ukuran 3 kg tersebut.

“Selain langka, harga gas elpiji 3 kg tersebut juga sangat mencekik leher, mas. Per tabung ukuran 3 kg, kami membayarnya sebesar Rp35 ribu apa lagi malam bisa Rp40 ribu per tabung,” sebutnya.

Hal yang sama juga diungkapkan warga lainnya Defi. Menurut warga yang berprofesi sebagai pedagang gorengan ini, selain gas itu sulit didapat dan mahal, isi tabung gas melon itu sudah tidak penuh lagi.

“Sudahlah, susah didapat dan mahal, isi tabung gas tersebut juga ada yang tidak penuh, hal itu terlihat dari ampere regulatornya. Begitu saya beli dan dipasang, jarum pada ampere regulator itu langsung turun. Hal itu membuktikan bahwa kondisi tabung gas sudah tidak penuh lagi,” jelasnya. (kk//rs)