Jalan Putus di Sebatik Sudah Ditangani

0
195

CEPAT TANGGAP : Proses perbaikan jalan putus akibat longsor di Sebatik, Nunukan, beberapa hari lalu.

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melakukan langkah cepat untuk menangani putusnya jalan akibat longsor di Sebatik, Nunukan beberapa hari lalu. Jalan tersebut sekarang sudah bisa dilintasi.

Gubernur Kaltara Dr H Irianto mengatakan, setelah menerima informasi adanya kerusakan jalan, atas instruksi gubernur, pihaknya langsung menurunkan personel ke lokasi untuk melakukan penanganan. “Begitu dapat kabar bahwa terjadi longsor di daerah Sebatik, langsung kami tangani. Kami lakukan penimbunan, dan hanya sehari sekarang sudah bisa dilewati,” ungkap Irianto.

Selain melakukan penanganan langsung ke lapangan, pihak DPUPR-Perkim juga menginformasikan kepada Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (Satker PJN), karena jalan tersebut merupakan jalan nasional. “Memang sebenarnya itu bukan kewenangan kami, namun karena ini darurat. Sehingga tetap kita usahakan penanganannya. Yang terpenting, masyarakat bisa lewat dulu. Sehingga ekonomi tidak terganggu,” kata Gubernur.

Diungkapkan, untuk meminimalisir terjadinya longsor kembali, jalan-jalan yang rawan longsor, terutama yang berada di kemiringan. Yaitu dengan membuat siring penahan atau sheetpile, serta non fisik tidak menebang pohon di pinggir jalan.

Irianto menilai, jalan-jalan di wilayah Kalimantan, termasuk di Pulau Sebatik memang rawan longsor. Hal ini karena kultur tanah kebanyakan berpasir. Apalagi di lokasi longsoran tersebut, dikatakan Gubernur, pada sekitar jalan tersebut tidak ada penyanggahnya, seperti pohon untuk mengurangi terjadinya longsor, maupun siring. “Kalau daerah kita di Kalimantan, memang jenis tanahnya banyak pasir. Karena pasir itu mudah erosi jika terkena air, sehingga banyak jalan yang ke alur sungai. Kemudian ada banyak tanah yang tidak bagus juga, karena tanah rawa,” paparnya.

Seperti diketahui, jalan lingkar Pulau Sebatik, tepatnya di Bukit Menangis, RT 06 Desa Bambangan, Kecamatan Sebatik Barat terputus akibat longsor pada Jumat (27/10) dini hari lalu. “Atas penanganan yang cepat dan respon yang tanggap itu, saya memberikan apresiasi dan berterima kasih kepada DPUPR-Perkim dan Satker PJN,” tuntasnya.(humas)