Pesawat Boeing 737 Diproyeksikan 2019 Mendarat Di Tanjung Harapan

0
844
Gubernur Kalimantan Utara Drs H Irianto Lambrie Tiba Di Bandara Tanjung Harapan Dengan Penerbangan Perdana Wings Air ATR 72

TANJUNG SELOR – Dengan bertambahnya frekuensi penerbangan di Bandara Tanjung Harapan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara (Kaltara), pemerintah setempat terus mengupayakan perbaikan dan pengembangan guna mendukung terpenuhinya kebutuhan transportasi udara yang lebih baik di Kalimantan Utara. Saat ini, Bandara Tanjung Harapan yang terletak di Ibukota Provinsi Kaltara hanya memiliki panjang landasan 1600 meter dan baru bisa didarati oleh pesawat jenis ATR 72/600, seperti pendaratan perdana yang sudah dilakukan hari ini (11/09/2017) oleh maskapai Lion Grup. Sedangkan untuk pendaratan pesawat jenis Boeing 737 dan sejenisnya, landasan pacu minimal harus memiliki panjang 1850 meter.

Untuk mewujudkan hal ini, Pemprov Kaltara terus melakukan koordinasi baik dengan Kementrian Perhubungan maupun Kementrian PUPR dan beberapa Kementrian lainnya. Gubernur Kaltara Drs H Irianto Lambrie menyampaikan, belum lama ini, pihaknya sudah melakukan koordinasi secara intens dengan Menteri Perhubungan untuk membahas terkait dengan usulan pengembangan bandara dibeberapa wilayah Kalimantan Utara, seperti pengembangan bandara yang berada di Sebatik, Nunukan, Long Nawang, Malinau dan beberapa bandara lainnya termasuk bandara Tanjung Harapan Tanjung Selor,urainya.

“Alhamdulillah, tahun depan Kalimantan Utara mendapatkan dukungan dana sebesar 1 Triliun yang sebagian untuk pengembangan beberapa bandara di Kaltara, seperti yang sudah disampaikan ke saya oleh Menhub dalam pertemuan belum lama ini, Usulan Kaltara sudah di akomodasi melalui APBN 2018”, beber Irianto.

Disinggung kesiapan Pemprov terkait rencana pengembangan bandara, Irianto kembali menjelaskan, usulan dari sisi udaranya sudah menjadi tanggung jawab dan kewenangan Kementrian Perhubungan, termasuk dengan pembangunan Underpassnya akan diusulkan melalui APBN dalam hal ini Kementrian PUPR. Pemprov sejauh ini akan mempersiapkan kebutuhan lahan dan pemangkasan akses jalan yang rencananya dianggarkan melalui APBD Provinsi.

“Untuk pengembangan terminalnya akan dianggarkan melalui APBD Provinsi, itupun lebih dulu melihat kondisi keuangan Provinsi, apakah bisa mengakomodir atau tidak, namun apabila tidak bisa melalui APBD Provinsi maka akan diusulkan melalui APBN. Selain harus didukung dengan anggaran yang cukup, penting sekali dukungan dari semua pihak, khususnya masyarakat Kaltara, agar semua tujuan pembangunan bisa terwujud dan menjadikan Provinsi termuda ini tidak tertinggal dengan Provinsi lain. Saya yakin, dengan terwujudnya sarana transportasi yang mendukung, minat investor masuk Kaltara maupun sosial ekonomi masyarakatnya akan lebih baik”,Tambah Irianto.

Robby Fajar Suryanegara Kasubsi Teknik,Operasi,Keamanan dan Pelayanan Darurat Bandara Tanjung Harapan membenarkan, terkait dengan rencana perpanjangan landasan pacu bandara khususnya dari sisi udara akan di topang seluruhnya melalui APBN, sedangkan untuk masalah pembebasan lahan dan jalan akses bandara akan menjadi tanggung jawab Provinsi dan Kabupaten.


“Tahun depan sudah kita lakukan penggalihan sungai dan pemotongan bukit tahap 2, apabila pelaksanaan pengerjaan perpanjangan landasan pacu Tanjung Harapan menjadi 1850 meter tidak mengalami kendala, maka di tahun 2019 pesawat Boeing 737 dan sejenisnya sudah bisa mendarat di Bandara Tanjung Harapan, tidak menutup kemungkinan di tahun 2023 bisa diperpanjang lagi menjadi 2500 meter”, jelasnya.(cw/kk).