Hyundai Seriusi Bangun Pelabuhan di Tanah Kuning

0
417

JAKARTA – Tim Percepatan Realisasi Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kalimantan Utara (Kaltara), telah  menyampaikan perkembangan pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi. 

Salah satunya, seperti dikatakan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, adalah dari aspek perencanaan di KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi. Yaitu masterplan dan Detail Engineering Design (DED). Sementara, khusus untuk pelabuhannya, dilaporkan ada PT Hyundai Co. Ltd yang berminat serius membangun pelabuhan internasional di KIPI.

Mereka (Hyundai) telah melakukan survei lokasi dan dalam proses penyusunan FS (Feasibilty Study) untuk membangun pelabuhan, kata Irianto. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, lanjutnya, telah mencadangkan lahan seluas 10 ribu hektare yang kini masih dalam proses perencanaan lahan.
 

Untuk pengelolaan di dalam KIPI, sudah ada beberapa investor yang berminat. Bahkan telah meneken MoU (Memorandum of Understanding). Yakni, PT Hyundai, PT Inalum (Persero), PT WIKA dengan membawa perusahaan dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Semua calon investor ini telah melakukan survei lokasi, jelasnya.

Terkait dengan infrastruktur penunjang KIPI itu sendiri, tim melaporkan bahwa akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) oleh PT Kayan Hidro Energy (KHE) sebesar 9 ribu Megawatt. Di PLTA ini, akan menggunakan 5 bendungan. Semua perizinan sudah selesai, saat ini dalam tahapan penyelesaian pemindahan 2 desa dengan jumlah penduduk sebanyak 240 KK (Kepala Keluarga), ucap Irianto.

Untuk mendukung ketersediaan energi dalam jangka pendek sebelum PLTA terealisasi, PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) bersedia membangun PLTU (pembangkit listrik tenaga uap) di lokasi dekat dengan KIPI, dengan kapasitas 2 x 250 Megawatt. Potensi batubara PT PKN sangat besar, dan cocok untuk PLTU. Informasinya, jumlah produksi batubara PKN mencapai 20 juta metrik ton, ungkapnya.

Infrastruktur pendukung lainnya yang akan dibangun untuk mendukung KIPI, yakni pengembangan Bandar Udara (Bandara) Internasional Juwata Tarakan, Kota Tarakan dan Bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Lalu, pembangunan Pelabuhan Pesawan, Tanjung Selor dan pengembangan pelabuhan di Tarakan. PT PLN (Persero) juga akan membangun jaringan interkoneksi atau Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang saling terhubung antara Kaltim dan Kaltara sampai Malinau dan Tarakan menggunakan kabel bawah laut, papar Gubernur sembari menyebutkan, untuk jangka pendek, bakal dibangun jalan pendekat dan bebas hambatan antara Tanjung Selor-Tanah Kuning-Mangkupadi, kurang lebih 50 kilometer (dalam tahap pembukaan badan jalan).
 

Sebagai informasi, berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kaltara 2017-2037 luas KIPI sekitar 25 ribu hektare. Secara administratif, KIPI berada di Kabupaten Bulungan, Kecamatan Tanjung Palas Timur dan meliputi 3 desa. Yakni, Desa Tanah Kuning dengan luas kawasan sekitar 3.460 hektare, Desa Mangkupadi (11.706 hektare), dan Desa Kampung Baru (10.334 hektare).

Ditambahkan, dari masterplan atau rencana pengembangan tahap awal, luas area KIPI mencapai 14 ribu hektare yang dibagi dalam 5 distrik. Adapun estimasi kebutuhan investasi di tiap distrik, yakni Distrik 1 Rp 6.836.395.191.860, Distrik 2 Rp 6.143.393.888.240, Distrik 3 Rp 3.363.016.948.500, Distrik 4 Rp 2.218.909.284.400, dan Distrik 5 Rp 2.440.565.936.700. Sedangkan, untuk investasi infrastruktur sekitar Rp 2,1 miliar per hektare. Adapun kebutuhan total biaya untuk infrastruktur, mencapai Rp 21.002.281.249.700. Sementara untuk pembebasan lahan, diperkirakan mencapai Rp 16 triliun. (adv//hms).