​BEASISWA KALTARA CERDAS SUDAH 400 PEMOHON

0
2342

TANJUNG SELOR – Ketua Dewan Pendidikan Kaltara menyebutkan, hingga saat ini tercatat ada 400 mahasiswa yang mengajukan permohonan beasiswa kaltara cerdas. tahun ini kuota dan besaran beasiswa telah dibagi dan dikelompokkan secara rinci. Mulai dari perbedaan warna map, perbedaan besaran atau nilai yang diterima sesuai dengan jenjang pendidikan dan prestasi, hingga kepada jumlah kuota penerima, baik pelajar maupun mahasiswa. 

Hal tersebut ia akui sebagai bentuk peningkatan administrasi sekaligus transparansi dalam mengelola anggaran hibah dari Pemprov Kaltara. “Jadi tahapan dan mekanisme yang sudah dirinci ini mempermudah semua pihak dan memperjelas hal-hal yang memang perlu diperjelas. Jadi ini bukan mempersulit penerima, jika diperhatikan secara seksama maka penerima pun dimudahkan. Karena ada pengelompokan, jadi penerima beasiswa bisa melihat dia masuk kelompok yang mana lalu mengajukan berkasnya kepada kami untuk diterima lalu diverifikasi,” jelasnya.

Lanjutnya, selain pengelompokan kuota, terdapat pula sejumlah langkah verifikasi data hingga monitoring. Sesuai tahapan, proses pendaftaran berkas berakhir pada 29 September mendatang. Setelah itu, sekitar satu atau dua pekan pihaknya akan melakukan kroscek langsung di lapangan untuk memastikan validasi data calon penerima beasiswa. “Waktu pengajuan berkas cukup lama dan informasi sudah menyebar, baik pelajar dan mahasiswa di Kaltara maupun di luar daerah. Jadi tak ada lagi alasan tak tahu informasi, apalagi bisa pula diakses secara online. Tapi tetap kami lakukan monitoring setelah ditutup masa pendaftaran, karena kami tidak ingin kecolongan. Jangan sampai yang diberikan beasiswa, justru mereka yang tidak berhak,” tegasnya.
Lebih jauh diterangkan, pihaknya tidak akan menghambat proses transfer anggaran beasiswa kepada pihak penerima. Ketika semua tahapan dilalui, dewan pendidikan langsung memberikan kepada penerima yang bersangkutan tanpa perantara. “Sekitar Bulan Oktober atau November itu sudah cair. Dari bank langsung ke rekening masing-masing tanpa perantara pihak manapun,” kata dia.
Ditanya soal adanya dewan pengawas dari pemerintah, ia mengaku sangat terbantu. Hal tersebut dipandang wajar, dimana anggaran yang dikelola berasal dari dana hibah sehingga penting untuk diawasi. “Tentu sangat terbantu dengan adanya dewan pengawas ini. Sehingga kami juga bekerja lebih teliti dan minim kesalahan. Apalagi didalamnya ada inspektorat, ada dinas pendidikan hingga bagian hukumnya,” katanya.

Selain itu, pihaknya bakal bekerja lebih terperinci dan ada pihak yang mengawasi sekaligus memperingati jika terdapat hal yang keliru. Apalagi, sesuai dengan regulasi yang ada, dewan pendidikan sebagai lembaga pengelola beasiswa sudah semestinya diawasi kinerjanya. “ Kami selalau ada yang awasi dan bisa ditegur dimana yang salah dan dimana yang benar sehingga kami bekerja sesuai dengan tupoksi. Kalau ada hal kurang jelas dapat pula kami koordinasi dengan pengawas,” tandasnya. (# CL)